Calon penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. (Katadata/Fauza Syahputra)
ACEHPUBLIKA.com | Jakarta — Kefas (56) mengalami pembatalan penerbangan yang tidak terduga saat hendak terbang ke Cina. Penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu (6/9) dini hari dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memperpanjang waktu penutupan penerbangan di Bandara Soekarno Hatta hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB. Kefas tiba di bandara dua jam sebelum keberangkatan, namun suasana di terminal terlihat kacau. Banyak penumpang kebingungan dan mencari kepastian dari petugas maskapai.
“Saya baru diberi tahu kalau penerbangan dibatalkan saat check-in,” ujar Kefas saat berbincang dengan Katadata.co.id pada Jumat (23/10). Maskapai menawarkan penerbangan pengganti tiga hari setelahnya, namun tidak ada kepastian tiket.
Kefas kemudian memilih untuk pulang sambil menunggu kepastian penerbangan pengganti. Selama perjalanan pulang, ia mulai memikirkan masalah lain, yaitu hotel yang telah dibayar di kota tujuan. Hotel tersebut dipesan dengan tarif yang tidak memungkinkan pembatalan atau perubahan tanggal.
“Diberi jadwal tiga hari kemudian, tetapi tiketnya belum dikonfirmasi. Saya akhirnya berangkat setelah hari kelima,” ungkapnya. Pengalaman ini menambah daftar tantangan yang harus dihadapi oleh penumpang selama masa ketidakpastian penerbangan akibat bencana alam.[]
Sumber: KATADATA.CO.ID
