Kementerian PU melakukan penanganan banjir di Gayo Lues.
ACEHPUBLIKA.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan bahwa akses Jalan Pining–Lokop di Kabupaten Gayo Lues telah pulih setelah terdampak banjir bandang. Banjir ini mengakibatkan jalan tertutup dan tidak bisa dilalui kendaraan. Genangan air di jalan dan permukiman warga dilaporkan telah surut pada Kamis, 29 Oktober.
Banjir yang terjadi disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi selama sepekan. Ini menyebabkan tanggul Sungai Badak jebol pada Rabu, 28 Oktober, sehingga air menggenangi permukiman dan jalan hingga ketinggian 80 sentimeter. Menurut laporan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, penanganan pascabanjir sedang dilakukan secara menyeluruh.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya penanganan yang komprehensif. Dia meminta agar normalisasi muara dan alur sungai segera dilakukan. “Saya minta penanganan banjir bandang tidak dilakukan sepotong-sepotong,” tegasnya. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I juga telah melakukan langkah darurat dengan menambal sementara tanggul yang jebol.
Dody menjelaskan bahwa proyek penanganan permanen terpadu akan dimulai pada Oktober 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2028. Kepala BWS Sumatera I, Asyari, merinci tiga langkah utama dari penanganan permanen: pembangunan sabo dam di hulu, pembuatan tanggul pengaman banjir, serta pengerukan dan penataan kawasan muara.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung sungai, mengendalikan sedimen, dan mencegah risiko banjir susulan bagi masyarakat sepanjang Sungai Badak. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal tanpa khawatir akan bencana serupa di masa depan.[]
Sumber: Kanal Aceh
