DaerahPendidikan

Mahasiswa KKN Unsam Sulap Udang Ikan Jadi Nugget Bernilai Jual di Aceh Timur

ACEHPUBLIKA.com | ACEH TIMUR – Hasil tambak yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah kini menemukan wajah baru yang lebih menjanjikan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudera (Unsam) Kelompok 28 berhasil menyulap udang dan ikan menjadi produk nugget udang ikan KKN Unsam yang praktis, lezat, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Inovasi ini lahir dari pengamatan sederhana terhadap potensi Desa Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Mayoritas warga setempat berprofesi sebagai petani tambak.

Setiap panen, udang dan ikan melimpah, namun belum tersentuh proses pengolahan yang mampu mendongkrak harga jual. Melihat celah tersebut, para mahasiswa menghadirkan solusi nyata lewat pelatihan pengolahan hasil perikanan.

Sasaran utama pelatihan adalah ibu rumah tangga. Mereka dibekali keterampilan mulai dari teknik mengolah daging udang dan ikan menjadi adonan nugget, menjaga kualitas dan cita rasa, hingga mengemas produk secara sederhana namun menarik.

Pendekatan ini sekaligus membuka wawasan baru tentang pentingnya hilirisasi produk lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

Nugget Udang Ikan KKN Unsam, Peluang Usaha Baru bagi Warga

Program yang digagas mahasiswa KKN Unsam ini bukan sekadar pelatihan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai pintu masuk bagi lahirnya produk unggulan desa berbasis perikanan. Nugget udang dan ikan hasil pelatihan diharapkan menjadi cikal bakal usaha rumahan yang mampu menambah pendapatan keluarga.

Langkah mahasiswa tidak berhenti di dapur pelatihan. Mereka juga “tancap gas” mendorong kebangkitan UMKM lokal dengan melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Promosi menjadi fokus utama.

Para mahasiswa membantu proses rebranding dengan menyalurkan banner kepada unit usaha strategis di desa. Banner berdesain menarik dengan pesan yang jelas terbukti efektif meningkatkan daya tarik usaha dan memperkenalkan produk ke khalayak lebih luas.

Dosen Pendamping Lapangan, Muhammad Taqdirul Alim, S.E., M.Si., mengapresiasi penuh kreativitas mahasiswa dalam menjalankan program tersebut.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Program ini tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha baru berbasis potensi lokal,” ungkapnya, Senin (10/8/2026)

Dukungan Penuh untuk Produk Unggulan Desa

Apresiasi serupa disampaikan oleh Geuchik Desa Matang Guru, Mariana. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Unsam. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan membuka peluang usaha dari hasil tambak yang selama ini belum diolah secara maksimal,” ujarnya.

Inisiatif mahasiswa KKN Unsam ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara dunia kampus dan masyarakat dalam menggerakkan roda ekonomi desa. Dari pelatihan sederhana, lahir harapan baru bagi warga Desa Matang Guru untuk lebih berdaya secara ekonomi. 

Nugget udang ikan KKN Unsam kini menjadi bukti bahwa inovasi kecil dapat membawa perubahan besar.

Dengan semangat hilirisasi dan pendampingan berkelanjutan, produk olahan ini berpotensi menembus pasar yang lebih luas. Mahasiswa KKN Unsam Kelompok 28 telah menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana, dari desa, untuk ekonomi yang lebih mandiri. (red)