Prosesi penyerahan piala kepada juara MTQ ke-38. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)
ACEHPUBLIKA.com – Kemukiman Suka Damai berhasil meraih juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, tahun 2026, dengan perolehan nilai 36 poin. MTQ ini resmi ditutup di halaman Kantor Camat Makmur, Selasa (27/10/2026) malam.
Sebagaimana dilaporkan oleh Kabar Bireuen, acara penutupan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk. Rajul Hanif, juara pertama cabang tilawah remaja dari Kemukiman Suka Maju. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan shalawat badar dan penyampaian laporan oleh Ketua Panitia MTQ, Tgk. Herizal.
Prestasi dan Partisipasi dalam MTQ ke-38
Menurut Tgk. Herizal, MTQ tersebut berlangsung selama lima malam, mulai 23 hingga 27 Oktober 2026, diikuti sebanyak 64 peserta. Cabang yang diperlombakan meliputi tilawah golongan tartil, kanak-kanak, remaja, dan dewasa; hifzil Qur’an 1, 5, dan 10 juz; serta syarhil dan fahmil Qur’an. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat Kecamatan Makmur dalam membaca Al-Qur’an.
“Terima kasih kepada panitia, dewan hakim, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan MTQ ini,” ujar Tgk. Herizal. Setelah pembacaan surat keputusan dewan hakim oleh Koordinator MTQ, Tgk. Faisal Ali, ditetapkan bahwa Kemukiman Suka Damai sebagai juara umum dengan nilai 36, diikuti Kemukiman Suka Makmur dengan nilai 20, Kemukiman Suka Maju di posisi ketiga dengan nilai 14, dan Kemukiman Suka Jaya di posisi keempat dengan nilai 12.
Harapan untuk Masa Depan Pengamalan Al-Qur’an
Penilaian dilakukan oleh dewan hakim dari luar Kecamatan Makmur, yakni Tgk. Ulul Azmi, Tgk. Rizki Andrea, Tgk. Afzhal, dan Tgk. Nazar Linggong. Pelibatan dewan hakim dari luar kecamatan bertujuan menjaga independensi dan objektivitas penilaian. “Kami menghadirkan hakim dari luar kecamatan dengan tujuan menjaga netralitas dalam penilaian,” jelas Tgk. Faisal Ali.
Dalam sambutan penutupan, Camat Makmur, Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.I.P., mengingatkan peserta agar tidak berhenti mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an setelah kegiatan MTQ berakhir. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Semangat mengamalkan Al-Qur’an jangan berakhir setelah kegiatan ini,” ujarnya.**
