BANDA ACEH | ACEHPUBLIKA.com — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali melahirkan generasi mahasiswa inspiratif melalui ajang Pemilihan Duta Kampus USK 2026. Lebih dari sekadar kompetisi prestasi dan penampilan, ajang ini menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta pengabdian mahasiswa untuk kampus dan masyarakat.

Sebanyak 80 mahasiswa mengikuti rangkaian seleksi yang berlangsung sejak Maret hingga Juni 2026. Setelah melalui berbagai tahapan penilaian, terpilih 20 finalis terbaik yang terdiri atas 10 putra dan 10 putri untuk tampil pada malam penobatan Duta Kampus USK 2026.

Ketua Pelaksana, Fadhil Hafid, menjelaskan bahwa para finalis diseleksi berdasarkan prinsip 4B, yakni Brain, Beauty, Behavior, dan Brave. Keempat aspek tersebut menjadi indikator penting dalam memilih mahasiswa yang mampu merepresentasikan identitas dan nilai-nilai Universitas Syiah Kuala.

“Duta Kampus harus memiliki kapasitas intelektual, karakter yang baik, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi. Mereka akan menjadi representasi mahasiswa USK dalam memperkenalkan berbagai potensi universitas kepada masyarakat luas,” ujarnya, Sabtu (6/5/2026).

Sebagai mitra strategis universitas, UKM Duta Kampus USK juga berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang berkontribusi terhadap kemajuan kampus sekaligus memperkuat citra positif USK di tingkat nasional maupun internasional.

Harapan besar terhadap keberadaan Duta Kampus juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Menurutnya, Duta Kampus memiliki peran penting sebagai representasi universitas sekaligus jembatan komunikasi antara kampus dan masyarakat.

Ia berharap para Duta Kampus mampu tampil sebagai wajah Universitas Syiah Kuala dan menjadi suara kampus yang menyampaikan berbagai capaian, program, serta nilai-nilai positif USK kepada masyarakat secara luas.

“Duta Kampus adalah representasi mahasiswa terbaik yang dimiliki USK. Kami berharap mereka dapat menjadi wajah kampus sekaligus penyambung komunikasi antara universitas dan masyarakat. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya agar Duta Kampus dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan agenda strategis kampus,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua UKM Duta Kampus USK 2026, Zuhri, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap Duta Kampus yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai simbol seremonial atau pelengkap acara resmi.

Menurutnya, Duta Kampus USK hadir sebagai representasi intelektualitas, karakter, dan semangat pengabdian mahasiswa yang siap mengambil peran aktif dalam berbagai agenda pengembangan kampus.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Duta Kampus bukan hanya soal penampilan. Kami siap menjadi jembatan utama, penyambung lidah, dan wajah dari intelektualitas mahasiswa USK. Kami siap berkolaborasi dan terlibat dalam berbagai program strategis untuk memajukan kampus,” katanya.

Pandangan serupa juga disampaikan Pembina UKM Duta Kampus USK, Dr. T. Meldi Kesuma, S.E., M.M. Ia menilai penobatan Duta Kampus merupakan puncak dari proses panjang yang telah dilalui para peserta dan pengurus organisasi.

Menurutnya, keterlibatan dalam Duta Kampus merupakan bagian dari proses pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa. Sebab, pendidikan tidak hanya diperoleh melalui ruang-ruang perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Menjadi Duta Kampus adalah bagian dari proses belajar. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas formal, tetapi juga ketika mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat, membangun jejaring, mengembangkan kepemimpinan, dan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sosial,” ujarnya.

Pada malam puncak tersebut, Amrul Kiram dan Sheryl Talitha Uma resmi dinobatkan sebagai Duta Kampus Universitas Syiah Kuala 2026. Keduanya menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan dan berkomitmen untuk menjadikan peran tersebut sebagai ruang pengabdian yang memberikan manfaat nyata.

“Bagi kami, ini bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi bersama seluruh Duta Kampus USK. Kami ingin menjadi agent of change dan agent of development yang mampu memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat,” ujar keduanya.

Mereka juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan berbagai program yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan.

Momentum penobatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa selempang yang dikenakan para duta bukanlah simbol prestise semata. Lebih dari itu, selempang tersebut merupakan amanah untuk menjadi teladan, inspirator, dan penggerak perubahan.

Dengan semangat “Jantong Hatee Rakyat Aceh” yang menjadi identitas Universitas Syiah Kuala, Duta Kampus USK 2026 diharapkan mampu melangkah lebih jauh, memperluas kontribusi, serta membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun internasional.Versi ini lebih kuat karena memuat tiga level narasumber sekaligus: pelaksana, pimpinan universitas, dan pembina organisasi, sehingga berita terasa lebih komprehensif dan layak untuk publikasi media kampus maupun media umum. (Ics)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *