JAKARTA | ACEHPUBLIKA.com — Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan ajang Jakarta Future Festival 2026 sebagai wadah untuk mempromosikan berbagai peluang investasi strategis yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan bahwa kota yang dipimpinnya saat ini membuka ruang kerja sama yang luas bagi investor, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga mitra pembangunan internasional.
Menurut Illiza, posisi Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh sekaligus gerbang kawasan Selat Malaka memberikan keuntungan strategis bagi pengembangan berbagai sektor ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, ia menawarkan sejumlah proyek potensial mulai dari sektor pariwisata, marina, resort, perhotelan, pusat hiburan keluarga, hingga pengembangan pusat perbelanjaan dan industri halal.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga membuka peluang investasi di sektor perikanan dan logistik melalui pembangunan fasilitas cold storage, industri pengolahan hasil laut, pabrik pengalengan ikan, ekstraksi minyak ikan dan kolagen, serta pengembangan galangan kapal.
Di sektor ekonomi kreatif, Banda Aceh tengah mendorong branding “Banda Aceh Kota Parfum” yang mencakup pengembangan laboratorium formulasi parfum, rantai pasok bahan baku, hingga pusat edukasi parfum yang diharapkan dapat menjadi ikon ekonomi kreatif baru.
Sementara pada bidang teknologi, pemerintah kota menawarkan peluang kerja sama dalam pengembangan startup lokal, digitalisasi layanan publik, mitigasi bencana berbasis Internet of Things (IoT), dan penguatan sistem retribusi digital.
Tidak hanya berorientasi ekonomi, Banda Aceh juga membuka kolaborasi pada sektor lingkungan melalui pengembangan ekonomi sirkular, pengolahan sampah organik, budidaya maggot, daur ulang plastik, serta produksi material konstruksi yang ramah lingkungan.
Illiza menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen menciptakan iklim investasi yang aman, terbuka, dan kondusif guna menarik lebih banyak investor masuk ke Banda Aceh.
Dengan tren pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif serta meningkatnya kerja sama antardaerah, Banda Aceh diyakini memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia.
“Banda Aceh siap berkolaborasi dan siap menerima investasi untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Illiza. (Adv)

