Perjalanan guru menuju SMAN 2 Rantau Selamat di tengah hujan.
ACEHPUBLIKA.com — Hujan deras yang mengguyur daerah Aceh Timur tidak menghentikan langkah para guru dari SMA Negeri 1 Rantau Selamat untuk mengawasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Analisis Nasional (AN) di SMA Negeri 2 Rantau Selamat, Aceh Timur. Meskipun jalan menuju sekolah tersebut dalam kondisi rusak dan berlumpur, mereka tetap berkomitmen melaksanakan tugasnya.
Guru Marianti SPd telah menempuh perjalanan sejauh 7 kilometer selama empat hari untuk mencapai lokasi. Hari terakhir pelaksanaan TKA dan AN, kondisi jalan semakin parah akibat hujan lebat yang turun semalaman. Namun, pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar, seperti yang disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Rantau Selamat, Chalidin.
Chalidin menjelaskan bahwa sekolah yang ia pimpin terletak jauh dari ibu kota kecamatan dan kabupaten. Menurutnya, jalan tersebut menjadi tantangan besar bagi para guru dan siswa, terutama pada musim hujan yang mengakibatkan jalan becek dan berlumpur. Ia juga menambahkan bahwa saat musim kemarau, jalan akan dipenuhi debu.
Dalam pernyataannya, Chalidin menyoroti bahwa kondisi jalan yang tidak beraspal menjadi kendala bagi semua warga di Gampong Alue Punti. Para guru, termasuk satu guru yang berasal dari Kota Langsa, harus menempuh perjalanan jauh setiap harinya meski dalam kondisi jalan yang sulit.
Kepala sekolah ini juga mengungkapkan bahwa pada musim hujan, 22 siswa kelas XII tetap semangat mengikuti TKA dan AN. Meskipun berasal dari daerah terpencil, para siswa bertekad untuk mendapatkan nilai terbaik dan membuktikan bahwa kondisi alam bukan penghalang untuk bersaing dengan siswa di perkotaan.
Chalidin menambahkan bahwa sebelum pelaksanaan ujian, pihak sekolah mengadakan try out dan mengundang orang tua untuk memotivasi siswa. Ini dilakukan agar para siswa dapat mengikuti ujian dengan baik dan memastikan semua aspek teknis, termasuk jaringan internet, berjalan lancar.[]
Sumber: Media Civitas
