ACEH PUBLIKA | BANDA ACEH – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kampanye Kata Baik bertajuk “Kata Baik: Ubah Kata, Tebar Bahagia!” di SDN 57 Banda Aceh, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menggunakan kata-kata positif dalam berinteraksi, sehingga hubungan pertemanan terbangun atas dasar saling menghargai.
Agar pesannya mudah dipahami, para mahasiswa memilih pendekatan yang edukatif dan interaktif. Metode ini disesuaikan dengan usia anak sekolah dasar.
Dengan cara tersebut, siswa diharapkan lebih mudah menerima pesan, memahami pentingnya menjaga ucapan, dan mulai membangun pertemanan yang positif.
Ketua kelompok, Fairuz Qatila Azzahra, mengungkapkan harapannya agar kegiatan berjalan lancar dan bermanfaat bagi seluruh siswa yang hadir.
“Saya berharap kegiatan kampanye Kata Baik: Ubah Kata, Tebar Bahagia! ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh siswa yang mengikuti kegiatan. Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap kata yang mereka ucapkan dapat memberikan pengaruh terhadap perasaan orang lain. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat mulai membiasakan diri menggunakan kata-kata yang baik, tidak mengejek teman, saling menghargai, serta lebih berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Kami juga berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman selama kegiatan berlangsung, tetapi benar-benar dapat membantu mengubah perilaku anak-anak menjadi lebih positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya.
Kampanye ini juga menjadi bentuk nyata upaya mahasiswa menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah kepada masyarakat. Fokusnya ada pada bidang pendidikan, terutama untuk meningkatkan kepedulian terhadap pembentukan karakter anak sejak dini.
Melalui kegiatan ini, siswa juga didorong memahami bahwa komunikasi yang baik adalah bagian penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Kata-kata yang dipilih, sekecil apa pun, ikut menentukan suasana pertemanan di antara mereka.
Penyelenggara berharap siswa terbiasa berkomunikasi dengan santun dan menghindari perkataan yang menyakiti orang lain. Mereka juga ingin kampanye ini ikut membangun lingkungan yang lebih ramah dan nyaman.
Nilai komunikasi positif tersebut diharapkan tidak berhenti dipahami saat kegiatan berlangsung. Penyelenggara ingin nilai itu diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Dengan demikian, kampanye ini diharapkan mendukung terciptanya interaksi sosial yang lebih sehat serta hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling hormat.**
