BANDA ACEH | ACEHPUBLIKA.com — Perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi tidak hanya menghadirkan euforia bagi pecinta sepak bola, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku usaha warung kopi di Aceh.
Sebagai daerah yang memiliki budaya ngopi dan berkumpul yang kuat, warung kopi diperkirakan akan menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat selama berlangsungnya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Pengalaman dari gelaran Piala Dunia sebelumnya menunjukkan bahwa warung kopi yang menyediakan fasilitas nonton bareng (nobar) mengalami lonjakan jumlah pengunjung, terutama saat pertandingan tim-tim unggulan berlangsung. Tidak sedikit usaha kuliner yang mencatat peningkatan omzet hingga puluhan persen selama masa kompetisi.
Pengamat ekonomi lokal menilai fenomena ini merupakan contoh bagaimana sebuah event olahraga global dapat memberikan dampak ekonomi hingga ke tingkat usaha mikro dan menengah.
“Piala Dunia bukan hanya tentang sepak bola. Ada perputaran ekonomi yang terjadi di sektor kuliner, jasa, hingga penjualan merchandise. Warung kopi menjadi salah satu pihak yang paling merasakan manfaatnya,” kata seorang pengamat ekonomi, Senin (8/6/2026).
Di Aceh, warung kopi telah lama menjadi ruang publik tempat masyarakat berdiskusi, bersosialisasi, hingga menyaksikan pertandingan sepak bola bersama. Karena itu, atmosfer Piala Dunia diyakini akan semakin memperkuat fungsi sosial sekaligus ekonomi dari usaha tersebut.
Sejumlah pemilik warung kopi mulai mempertimbangkan berbagai strategi untuk menarik pengunjung, mulai dari penyediaan layar lebar, proyektor berkualitas tinggi, peningkatan kapasitas tempat duduk, hingga menghadirkan paket makanan dan minuman khusus selama pertandingan berlangsung.
Selain itu, pertandingan yang berlangsung pada malam hingga dini hari berpotensi memperpanjang jam operasional usaha, sehingga membuka peluang peningkatan penjualan kopi, minuman ringan, makanan ringan, hingga menu utama.
Tak hanya warung kopi, dampak ekonomi juga diperkirakan akan dirasakan oleh pedagang jersey, penjual atribut sepak bola, penyedia layanan internet, hingga usaha percetakan yang memproduksi spanduk dan dekorasi bertema Piala Dunia.
Bagi masyarakat Aceh, nonton bareng sepak bola telah menjadi tradisi yang menghadirkan suasana kebersamaan lintas usia dan latar belakang. Momen tersebut kerap menjadi ajang berkumpulnya keluarga, teman, maupun komunitas pendukung klub dan tim nasional favorit.
Dengan masih tersisa waktu sebelum kick-off Piala Dunia 2026, pelaku usaha warung kopi dinilai perlu mulai melakukan berbagai persiapan agar mampu memanfaatkan momentum ekonomi tersebut secara maksimal.
Jika dikelola dengan baik, demam sepak bola dunia bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi peluang meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal dan menggerakkan ekonomi daerah dari level paling bawah. (Red)
