Ilustrasi banjir di Gayo Lues.
ACEHPUBLIKA.com | Gayo Lues — Hujan yang biasa terjadi kini menjadi sumber kecemasan bagi masyarakat. Hal ini terutama bagi mereka yang pernah mengalami banjir, seperti yang terjadi pada 28 Oktober 2026.
Kondisi ini disebabkan oleh hujan deras yang meluap ke permukiman warga di Desa Badak dan Desa Agusen. Banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis masyarakat.
Pengalaman menghadapi bencana dapat meninggalkan tekanan emosional. Mereka yang pernah mengalami banjir mungkin merasa gelisah saat melihat langit mendung atau hujan turun. Rasa khawatir ini dapat dipahami mengingat pengalaman buruk yang masih membekas dalam ingatan.
Menurut seorang pakar, rasa takut tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap berlebihan. Warga yang berjuang menyelamatkan diri dan kehilangan barang-barang berharga saat banjir berpotensi merasa khawatir ketika hujan kembali turun.
Setiap individu membutuhkan waktu yang berbeda untuk pulih dari pengalaman bencana. Meskipun rasa takut pasca-banjir tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan mental, jika kecemasan tersebut mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari, perlu adanya perhatian lebih lanjut.
Sayangnya, perhatian terhadap bencana sering kali terfokus pada kerusakan fisik dan jumlah korban. Namun, kesehatan mental masyarakat juga harus menjadi fokus. Pemulihan seharusnya tidak hanya membantu warga membangun kembali rumah mereka, tetapi juga mengembalikan rasa aman.
Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait lainnya harus memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang membutuhkan. Dukungan sederhana seperti mendengarkan keluhan dan memberikan informasi yang jelas dapat mengurangi kekhawatiran.
Keluarga dan lingkungan sekitar juga perlu saling mendukung. Mengabaikan ketakutan seseorang dengan mengatakan mereka terlalu khawatir bisa berdampak buruk. Mendengarkan dan memahami perasaan mereka sangat berarti.
Banjir di Gayo Lues mengingatkan kita bahwa dampak bencana tidak selalu berakhir saat air surut. Masyarakat masih harus berjuang untuk memulihkan kehidupan dan mengatasi rasa takut saat hujan turun. Dukungan untuk mengembalikan kondisi psikologis mereka menjadi sangat penting.[]
Sumber: LINTAS GAYO
