Pupuk Organik untuk Peremajaan Kopi Gayo
ACEHPUBLIKA.com | Banda Aceh — Transparansi Tender Indonesia (TTI) akan mengawasi pengadaan pupuk organik senilai Rp43,2 miliar untuk program peremajaan tanaman kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Pengadaan ini mencakup sebanyak 10.295.675 kilogram pupuk organik untuk lahan perkebunan kopi seluas 5.213 hektare.
Pengadaan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian. Koordinator TTI, Nasruddin, menjelaskan bahwa pengadaan ini merupakan paket strategis yang perlu diawasi secara ketat untuk memastikan ketepatan sasaran, jumlah, mutu, dan waktu penyaluran pupuk.
Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP), paket ini dikelola oleh Satuan Kerja Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Paket tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp43.241.835.000 dan dilakukan melalui metode E-Purchasing dengan kontrak yang dijadwalkan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2026.
Pengawasan Pupuk Organik untuk Tanaman Kopi
Nasruddin menekankan bahwa volume pengadaan yang besar harus didistribusikan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Hal ini berarti, rata-rata kebutuhan pupuk mencapai hampir 1.975 kilogram per hektare. TTI akan memastikan bahwa distribusi fisik pupuk sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen administrasi pengadaan.
“Pertanyaannya, apakah seluruh pupuk tersebut benar-benar sampai kepada kelompok tani yang berhak? Ini yang akan kami kawal dan verifikasi,” ujar Nasruddin.
TTI mengidentifikasi empat aspek utama dalam pengawasan pengadaan. Pertama, ketepatan sasaran, memastikan pupuk disalurkan kepada kelompok tani yang terdaftar dalam Surat Keputusan penerima program. Kedua, ketepatan jumlah, di mana TTI akan mencocokkan volume pupuk dalam kontrak dengan yang diterima petani di lapangan.
Ketiga, ketepatan mutu, TTI akan menelusuri kesesuaian pupuk dengan standar mutu yang dipersyaratkan. Keempat, ketepatan waktu distribusi yang harus dilakukan sesuai jadwal untuk menghindari keterlambatan.
Pentingnya Pengawasan Dalam Program Peremajaan
Program peremajaan tanaman kopi Arabika ini sangat penting bagi keberlangsungan sektor perkebunan di Aceh Tengah. Pengawasan yang ketat oleh TTI diharapkan dapat memastikan bahwa anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran, memberikan dampak positif bagi para petani dan sektor pertanian secara keseluruhan.[]
Sumber: LINTAS GAYO
