Konferensi pers penolakan konser Andrea Bocelli di Aula Maqdisi, Jakarta.
ACEHPUBLIKA.com | Jakarta — Global Peace Indonesia, KIBBM, dan Sajid mengumumkan rencana penolakan terhadap konser Andrea Bocelli di Indonesia. Konser yang dijadwalkan pada 3 November 2026 di Jakarta ini dianggap tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat. Jika konser tetap dilaksanakan, pihak koalisi akan mengambil langkah tegas dan terukur.
Seperti disampaikan Ustaz Bachtiar Nasir yang akrab disapa UBN, mereka akan menyosialisasikan penolakan ini kepada masyarakat. UBN menekankan bahwa tindakan yang diambil akan mengedepankan cara damai, tidak anarkistis. “Kita akan melakukan tindakan secara terukur dan beradab. Kami ingin suara kami didengar,” ungkapnya.
UBN juga mengusulkan untuk menggelar konser kemanusiaan yang hasilnya akan digunakan untuk mendukung rakyat Palestina, terutama di Gaza. Ia percaya masyarakat Indonesia mampu menggalang dana untuk tujuan ini tanpa bergantung pada pihak lain. “Kami lebih bangga membiayai saudara-saudara kami di Gaza,” tuturnya.
Rencana Konser Kemanusiaan Masih Dalam Gagasan
Mengenai waktu, lokasi, dan konsep konser tandingan, UBN menjelaskan bahwa gagasan ini masih dalam tahap pemikiran. Ia mengakui bahwa penyelenggaraan konser membutuhkan perizinan dan persiapan yang matang. Tim akan membahas aspek teknis sebelum langkah lebih lanjut diambil.
“Kami berharap bisa membuat konser yang sama untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kami. Jika uang yang dihasilkan Bocelli berasal dari rakyat Indonesia, kami bisa menghimpun lebih banyak dana untuk Palestina,” ujarnya. UBN juga mempertanyakan manfaat ekonomi dari konser Bocelli dibandingkan potensi dana yang bisa dihimpun untuk membantu warga Palestina.
Impikasi Sosial dari Penolakan Konser
Koalisi NGO berkomitmen untuk mengedepankan cara yang damai dalam menyampaikan penolakan. Mereka menyadari bahwa emosi masyarakat perlu diatur agar tidak mengarah pada tindakan anarkistis. “Kita ingin menunjukkan bahwa penolakan ini adalah suara masyarakat Indonesia,” tegas UBN.
Dengan adanya rencana konser kemanusiaan, diharapkan masyarakat bisa bersatu dalam mendukung Palestina. Upaya ini mencerminkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap krisis yang terjadi di Gaza. Koalisi berharap untuk segera merumuskan langkah konkret dalam waktu dekat.[]
Sumber: Media Dakwah
