Pejalan kaki melintas di salah satu gedung Softbank di Jepang.
Aceh Publika – ACEHPUBLIKA.com Raksasa investasi SoftBank berencana melakukan investasi sebesar US$ 50 miliar atau senilai Rp 909 triliun di Malaysia. Investasi ini akan berfokus pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan pusat data. Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada 24 Oktober 2023.
Sebagaimana dilaporkan oleh KATADATA.CO.ID, Anwar Ibrahim melakukan panggilan video dengan CEO SoftBank, Masayoshi Son, untuk membahas rencana investasi tersebut. “SoftBank berencana menginvestasikan total US$ 50 miliar di industri-industri canggih, seperti AI dan pusat data,” ungkap Anwar yang dikutip dari Bloomberg.
Rencana Investasi untuk Mendorong AI di Malaysia
CEO SoftBank telah mengidentifikasi lokasi investasi di Kuching, ibu kota negara bagian Sarawak, serta daerah-daerah di Semenanjung Malaysia. Investasi ini sejalan dengan upaya Malaysia untuk menjadi ‘negara AI’ pada 2030. Pemerintah Malaysia telah meluncurkan rencana aksi nasional untuk memperkuat kemampuan dan infrastruktur AI di negara tersebut pada awal tahun ini.
Di bulan yang sama, SoftBank juga menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan Grab yang berbasis di Singapura dan Petroleum Sarawak Berhad. Kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan AI dan membangun infrastruktur digital di Sarawak, termasuk layanan komputasi AI dan teknologi canggih.
Dampak Investasi bagi Malaysia dan Teknologi AI
Investasi besar-besaran dari SoftBank ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor teknologi di Malaysia. Komitmen tersebut menunjukan potensi Malaysia sebagai hub AI di kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya dukungan dari raksasa investasi seperti SoftBank, perkembangan teknologi AI di Malaysia diprediksi akan semakin pesat.[]
Sumber: KATADATA.CO.ID
