Panglima Reubong: Wan Malaya Berpotensi Hancurkan PA
ACEHPUBLIKA.com | Nagan Raya – Penolakan Wan Malaya sebagai Plt Ketua Partai Aceh Nagan Raya semakin masif setelah Keluarga Besar Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Wilayah Kabupaten Nagan Raya menggelar pertemuan resmi untuk menolak sikap Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Aceh yang menunjuk Samsuar atau Wan Malaya sebagai Plt Ketua DPW Partai Aceh Nagan Raya.
Pertemuan tersebut berlangsung di Coffe Hendri, Desa Ujong Fatihah, Minggu, 2 Agustus 2026, dihadiri secara lengkap oleh elemen perjuangan.
Forum ini juga dihadiri organ partai Muskarimah yang diketuai Rita Afnita, tiga pimpinan Daerah KPA, serta 10 Panglima Sagoe dari masing-masing wilayah di Kabupaten Nagan Raya.
Zulkarnaini yang akrab disapa Panglima Reubong, selaku juru bicara forum, menegaskan sikap resmi KPA dan JASA menolak tegas penunjukan Wan Malaya berdasarkan rekam jejak yang dinilai gagal dan berpotensi menghancurkan Partai Aceh di Nagan Raya.
“Kita meyakini, Partai Aceh di Nagan Raya bakal hancur dan ditinggalkan oleh pemilih yang selama ini loyal di barisan perjuangan. Seluruh Aneuk Syuhada dan eks kombatan tidak akan kembali mendukung Wan Malaya yang pernah gagal memimpin Partai Aceh,” tegas Panglima Reubong, Minggu (2/8/2026).
Hal senada disampaikan Ketua Jaringan Aneuk Syuhada, Said Asil Laut Tawar. Ia menegaskan Partai Aceh sejatinya adalah partai ideologis dengan visi-misi perjuangan mulia, bukan wadah untuk mencari penghidupan atau memperkaya diri sendiri.
Menurutnya, estafet kepemimpinan seharusnya diserahkan kepada figur yang mampu menjaga marwah perjuangan serta soliditas basis massa.
Said menilai DPP PA telah melakukan kekeliruan besar dengan mengabaikan aspirasi akar rumput.
“Sikap yang mengabaikan aspirasi akar rumput ini memicu ancaman serius, jika terus dibiarkan, PA Nagan Raya diprediksi akan terpuruk dan hancur pada Pemilu mendatang. Ini juga mengancam keberlanjutan PA sebagai organisasi penyambung ideologi perjuangan Gerakan Aceh Merdeka,” tegasnya.

Sementara itu, Panglima Amren yang kini menjabat Ketua KPA Sagoe Syech Bagdad wilayah Kuala mendesak DPP PA segera mencabut mandat Wan Malaya, dan memberikan peringatan keras jika desakan ini tidak diindahkan.
“Jika DPP tidak mengindahkan, maka kita akan melakukan cara kita sendiri dalam menghentikan Wan Malaya dalam upaya merusak Partai Aceh di Nagan Raya,” tegasnya.
Penolakan resmi tersebut telah tertuang dalam Surat Pernyataan Sikap DPW JASA Nagan Raya yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).
Surat itu merinci empat alasan Wan Malaya dinilai tidak layak kembali memimpin: kegagalan elektoral yang membuat kursi DPRK PA merosot dari 5 menjadi 3 kursi, latar belakang yang bukan eks kombatan, ingkar janji mendirikan kantor partai permanen selama lima tahun memimpin, serta minimnya transparansi anggaran partai.
Mengakhiri keterangannya, para pengurus KPA dan JASA meminta Mualem selaku Ketum Partai Aceh beserta jajaran DPP PA agar mendengarkan suara jamaah di arus bawah.
“Jangan hanya gara-gara Plt Ketua DPW PA Nagan Raya, DPP mengabaikan suara arus bawah, sehingga memicu gelombang kekecewaan dari mantan kombatan dan Aneuk Syuhada yang pada akhirnya mereka meninggalkan Partai Aceh yang telah susah payah dibesarkan,” tutur Panglima Reubong. (red)
