Taktik Amorim Buat Luka Modric Kesulitan di Lapangan
ACEHPUBLIKA.COM — Luka Modric, pemain berusia 41 tahun, mengalami kesulitan saat melawan Lazio. Masalah yang dihadapi Modric lebih bersifat taktis dan atletik, bukan teknis. Pelatih Ruben Amorim menerapkan gaya permainan yang berisiko tinggi, dengan penekanan pada tekanan agresif dan transisi cepat.
Gaya ini lebih sesuai untuk pemain yang lebih muda. Meskipun Modric masih memiliki kualitas, ia tidak bisa berlari cepat dari kotak ke kotak selama 90 menit. Amorim menjelaskan setelah pertandingan bahwa, “Kami harus sangat baik dengan bola untuk membuat Luka merasa nyaman dalam permainan.”
Dia menambahkan, “Jika pertandingan dipenuhi dengan pergantian yang konstan dan lari yang frenzied, itu bukan jenis permainan untuknya.” Oleh karena itu, Amorim mengubah pendekatan di babak kedua dengan memasukkan Musah untuk menambah kecepatan di lini tengah.
Amorim juga mencatat bahwa Modric sering turun terlalu dalam, meninggalkan timnya dengan hanya empat pemain untuk memulai serangan. Ini menunjukkan perlunya penyesuaian dalam taktik permainan. Amorim percaya bahwa untuk bermain dengan Modric, tim harus mengubah permainan menjadi penguasaan bola yang dominan.
“Jika itu menjadi pertandingan lari, itu mustahil baginya,” katanya. Dia juga mencatat bahwa Modric tidak bisa melakukan tekanan sepanjang waktu, tetapi ia memiliki pemahaman terbaik tentang tempo permainan.
Sebelumnya, Zvone Boban juga mengungkapkan bahwa akan sulit bagi Modric beradaptasi dengan sistem Amorim. Dia mengatakan, “Saya percaya akan sulit bagi Luka untuk bermain dalam sistem Amorim. Dengan Allegri, dia dilindungi oleh dua gelandang tengah dan bermain dalam posisi yang lebih dalam.”
Boban menambahkan, “Sekarang dia harus menutupi 60 meter dengan pemain lain. Ini akan menjadi tantangan.” Sementara itu, kurang dari setahun yang lalu, Modric berada di pusat taktik Allegri, yang memintanya untuk berperan sebagai playmaker yang lebih dalam.
