Berita

Pemerintah Rencanakan Relokasi Anak Imigran di Ceuta

Pemerintah Spanyol berencana merelokasi anak-anak imigran di Ceuta dalam waktu minimal dua bulan. Hal ini terjadi jika PP terus memblokir upaya pemerintah untuk menangani krisis di sana. Sekitar 10.000 dari 70.000 hingga 80.000 imigran ilegal terjebak di Ceuta setelah insiden perbatasan pada akhir Juli.

Ministrasi yang terlibat dalam menangani krisis menegaskan pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku. Menteri Kebijakan Teritorial, Ángel Víctor Torres, menyatakan bahwa mereka mulai memproses 10 permohonan reagrupasi keluarga untuk anak-anak migran. Jika tidak memungkinkan, anak-anak tersebut akan dipindahkan ke daratan Spanyol.

Torres juga memperkirakan bahwa antara 700 hingga 1.000 anak masih berada di jalanan tanpa identitas. Salah satu alasan pemindahan ini adalah kurangnya jaminan dari Maroko untuk reunifikasi keluarga. Sebelum lonjakan besar imigran pada akhir Juli, terdapat 600 permohonan reunifikasi yang belum mendapatkan tanggapan dari Rabat sejak 2021.

Presiden Pedro Sánchez membela tindakan pemerintah Maroko dalam sebuah wawancara. Ia memberikan batas waktu hingga akhir tahun untuk menyelesaikan situasi di Ceuta. Namun, karena kurangnya respon dari Maroko, pemerintah mempertimbangkan untuk memaksa PP memenuhi peraturan yang ada.

PP menguasai sebelas komunitas otonom, termasuk Ceuta dan Melilla. Para menteri menyalahkan partai yang dipimpin Alberto Núñez Feijóo atas kurangnya kerjasama dari komunitas yang dikuasai mereka dalam menampung anak-anak tersebut di daratan.

Pemerintah telah bekerja untuk memindahkan anak-anak imigran dan berkomitmen untuk melanjutkan rencana tersebut. Dengan situasi yang terus berkembang, tindakan pemerintah menjadi semakin mendesak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *