Pemerintah Dorong Penguasaan AI dan Semikonduktor di Industri Otomotif
ACEHPUBLIKA.com — Pemerintah Indonesia mendorong industri otomotif nasional untuk beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Hal ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri otomotif di era teknologi yang semakin maju.
Sebagaimana dilaporkan oleh KATADATA.CO.ID, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan hal tersebut dalam Business Discussion Lunch bersama pelaku industri otomotif nasional dan mitra Jepang di Nagoya, pada 19 September 2026.
Dia menekankan bahwa penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan ekosistem rantai pasok menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing industri manufaktur.
Pentingnya Penguasaan Teknologi dalam Industri Otomotif
Susiwijono mengungkapkan bahwa hasil dari kunjungan dan pertemuan bisnis di Nagoya menunjukkan bahwa daya saing industri dibangun dari perpaduan antara penguasaan teknologi, penguatan SDM, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh.
Menurutnya, fondasi tersebut juga merupakan bagian dari upaya Indonesia memperkuat industri manufaktur di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sektor otomotif kini sangat bergantung pada komponen semikonduktor dan teknologi cerdas. Oleh karena itu, penguatan keterhubungan Indonesia dengan ekosistem teknologi global menjadi sangat krusial.
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi ARM pada awal 2026 dan menjadi anggota World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Selain itu, pemerintah juga sedang melakukan penjajakan dan komunikasi dengan PAX Silica untuk memperluas kerja sama di bidang teknologi.
Keikutsertaan Indonesia dalam berbagai kerja sama dan forum global tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ekonomi dan mendukung perkembangan industri otomotif yang semakin membutuhkan teknologi berbasis AI dan semikonduktor.
Susiwijono menambahkan bahwa selain penguasaan teknologi, penguatan rantai pasok dan kapasitas SDM juga diperlukan agar industri nasional dapat menangkap peluang dari perubahan teknologi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, dia menyampaikan bahwa Indonesia telah menandatangani 25 perjanjian perdagangan.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing
Pemerintah menyadari bahwa untuk bersaing di tingkat global, industri otomotif harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi. Implementasi teknologi AI dan semikonduktor menjadi langkah strategis yang harus diambil. Selain itu, penguatan ekosistem rantai pasok akan memperkuat daya saing industri nasional.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan industri otomotif Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga dapat bersaing secara global. Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong inovasi dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan dalam industri otomotif.
