Pedagang Kerbau Muslim Dikeroyok Preman di Uttar Pradesh
Video yang beredar di media sosial pada Rabu, 16 September 2026, memperlihatkan seorang pedagang kerbau Muslim, Afshar Ali, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok preman di distrik Kaushambi, Uttar Pradesh, India. Insiden ini memicu kemarahan publik dan menyoroti masalah kekerasan berbasis identitas di kawasan tersebut.
Sebagaimana dilaporkan oleh Media Dakwah, Ali terlihat didorong dari sepeda motornya dan dipukuli secara berulang. Pelaku terdengar memerintahkan Ali untuk “bertobat” dengan mengucapkan “Tauba kar” beberapa kali. Meski Ali mengikuti perintah tersebut, pelaku tetap melanjutkan pemukulan dan menamparnya. Beberapa orang di sekitar lokasi berusaha menghentikan serangan tersebut.
Insiden Penyerangan dan Tindak Lanjut
Ali mengungkapkan bahwa penyerangan terjadi di sekitar wilayah Jamdua, di bawah yurisdiksi Kantor Polisi Karari. Ia menduga penyerangan berawal ketika pelaku meminta uang untuk membeli minuman keras, dengan pernyataan, “Kamu menghasilkan banyak uang, tidak bisakah kamu mentraktir kami minuman keras?”.
Tak lama, sejumlah orang lainnya bergabung dan melakukan pengeroyokan. Ali juga mengaku uang tunai sekitar 4.500 rupee miliknya dirampas sebelum pelaku melarikan diri. Setelah melaporkan insiden ke polisi, Ali merasa tidak ada tindakan segera yang diambil oleh pihak berwenang. Ia kemudian mendatangi Kepala Kepolisian Kaushambi untuk meminta keadilan.
Kepolisian Kaushambi, menanggapi video viral tersebut, menyatakan telah mendaftarkan kasus berdasarkan sejumlah pasal dalam Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS). Penyidikan atas kasus ini masih berlangsung, dan langkah hukum lebih lanjut akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan.
