Laba Medco Energi Melonjak 769% di Semester I 2026
ACEHPUBLIKA.com – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 275,31 juta atau sekitar Rp 4,92 triliun sepanjang semester pertama 2026. Laba ini melonjak 769% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 30,7 juta.
Sebagaimana dilaporkan oleh KATADATA.CO.ID, pencapaian ini didorong oleh peningkatan produksi minyak dan gas, serta membaiknya harga minyak dunia. Selain itu, kontribusi dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang beroperasi penuh juga mendukung kinerja ini. Medco Energi menaikkan belanja modal (capex) migas tahun ini menjadi US$ 475 juta atau setara Rp 8,5 triliun.
Kinerja Keuangan dan Produksi Medco Energi
Dalam periode ini, MEDC mencatat pendapatan mencapai US$ 1,42 miliar, naik dari US$ 1,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar US$ 805 juta. Biaya kas produksi minyak dan gas tercatat US$ 8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini. Pada akhir Juni 2026, posisi utang konsolidasi mencapai US$ 4,13 miliar dengan kas dan setara kas sebesar US$ 1,4 miliar.
Produksi minyak dan gas MEDC mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) hingga Juni 2026. Produksi ini didukung oleh peningkatan volume Blok Corridor dan kinerja dari beberapa lapangan, serta kontribusi penuh dari proyek Senoro Fase 2A. CEO MedcoEnergi, Ronald Gunawan, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan keandalan perseroan dalam menjalankan proyek dan mengelola operasi produksi.
Prospek Pertumbuhan Medco Energi ke Depan
Ronald menyampaikan bahwa proyek Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini menjadi fondasi pertumbuhan yang penting bagi perusahaan di masa depan. Dengan kinerja yang solid dan prospek yang cerah, Medco Energi menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang di sektor migas.
