Pekerjaan pengaspalan Jalan Simpang Raja Bakongan–Jambo Keupok.
ACEHPUBLIKA.com — Jalan Simpang Raja Bakongan–Jambo Keupok di Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, akhirnya mulai diperbaiki setelah lama dikeluhkan warga. Pekerjaan ini adalah bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengatasi masalah debu dan lumpur di jalan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,48 miliar untuk pengerasan dan pengaspalan hotmix. Proyek ini merupakan respons terhadap keluhan masyarakat yang disampaikan kepada Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, yang langsung menginstruksikan Dinas PUPR mempercepat penanganan infrastruktur yang dibutuhkan.
Pengerjaan Jalan Simpang Raja–Jambo Keupok
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, ST., MT., menjelaskan bahwa pekerjaan telah memasuki tahap pelaksanaan setelah proses lelang dan kontrak selesai. “Merespons keluhan warga, Bapak Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS langsung menginstruksikan Dinas PUPR mempercepat penanganan ruas jalan tersebut. Alhamdulillah, setelah seluruh proses lelang dan dokumen kontrak selesai, tahapan pekerjaannya sudah dapat direalisasikan,” ujarnya.
Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 20 Oktober 2026, dan pada 27 Oktober 2026, Dinas PUPR melaksanakan Mutual Check Awal (MC-0) untuk menentukan prioritas penanganan. Pekerjaan pengaspalan direncanakan sepanjang sekitar satu kilometer, meskipun panjang akhir akan disesuaikan berdasarkan pemeriksaan teknis di lapangan.
Fokus pada Kualitas Konstruksi Jalan
Skar Fharaby menekankan pentingnya perhatian terhadap saluran drainase untuk ketahanan konstruksi jalan, terutama saat musim hujan. “Item saluran termasuk struktur dalam perencanaan memiliki volume kecil atau minor item. Namun, nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” terangnya. Jika diperlukan, akan dilakukan CCO atau Contract Change Order untuk menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Keluhan mengenai kondisi jalan berdebu di kawasan Bakongan–Kota Bahagia bukanlah hal baru. Pada Juni 2025, warga bahkan menyuarakan keresahan terhadap kondisi jalan yang menghubungkan Gampong Ujung Padang hingga Seunebok Keur. Pekerjaan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat setempat.
