News

Duta Kampus USK Tunjukkan Peran Aktif pada Program Kolaborasi Internasional

ACEHPUBLIKA.com | BANDA ACEH – Duta Kampus USK turut berkontribusi dalam menyukseskan International Service Learning Program, sebuah program pengabdian masyarakat hasil kolaborasi antara Universiti Malaya dan Universitas Syiah Kuala (USK). Kegiatan yang berlangsung pada 23 Juli 2026 di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya itu mengusung tema Post-Disaster Recovery through Child Trauma Healing, Disaster Education, Environmental Stewardship, and Community Empowerment.

Program tersebut menjadi wadah kolaborasi internasional yang menggabungkan pertukaran pengetahuan dengan aksi nyata dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana melalui pendekatan edukasi, sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari pendampingan trauma healing bagi anak-anak, edukasi kebencanaan, pelestarian lingkungan, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Melalui konsep service learning, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran secara langsung, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Sebagai representasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Duta Kampus USK mengambil peran aktif dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Keterlibatan tersebut menjadi implementasi komitmen mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas kiprah mahasiswa USK dalam forum internasional.

Ketua Ikatan Duta Kampus USK, Zuhri, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Duta Kampus USK untuk menjadi bagian dari program kolaborasi tersebut.

Menurutnya, kepercayaan dari Universitas Syiah Kuala, Program Magister Ilmu Lingkungan USK, dan GEO USK merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi Duta Kampus USK untuk terus menghadirkan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut sehingga mampu melahirkan lebih banyak program pengabdian yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Duta Kampus USK 2026, Amrul Kiram, menilai keterlibatan dalam International Service Learning Program menjadi pengalaman berharga yang semakin memperkuat komitmen mahasiswa untuk terus hadir melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa Duta Kampus USK tidak hanya berperan sebagai representasi mahasiswa, tetapi juga mampu membawa nama Universitas Syiah Kuala ke tingkat internasional melalui kontribusi, kolaborasi, dan pengabdian.

Amrul berharap semangat pengabdian yang diperoleh selama kegiatan dapat terus menjadi bagian dari setiap program yang dijalankan Duta Kampus USK pada masa mendatang.

Sementara itu, Duta Kampus USK 2026, Sheryl Talitha Uma, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya serta memperluas jejaring internasional.

Ia menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan global. Selain berbagi pengalaman dan pengetahuan, peserta juga belajar menghargai keberagaman budaya sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia.

Melalui partisipasi aktif dalam program ini, Duta Kampus USK berharap semangat kolaborasi internasional, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat terus tumbuh di kalangan mahasiswa.

Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan mitra internasional dinilai mampu melahirkan berbagai program yang tidak hanya memperluas wawasan global, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta membawa nama baik Universitas Syiah Kuala di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *