Saweu Sikulah, Amrul Kiram Bagikan Strategi Tembus SNBP di MAN Abdya
ACEHPUBLIKA.com | BLANGPIDIE – Duta Kampus Universitas Syiah Kuala (USK) 2026, Amrul Kiram, membagikan strategi lolos seleksi perguruan tinggi sekaligus tips meraih beasiswa kepada siswa kelas XII MAN Inovasi Aceh Barat Daya. Amrul tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Road to Campus: Dari Madrasah Menuju Kampus dan Karier yang digelar di madrasah tersebut.
Kegiatan yang diikuti seluruh siswa dan siswi kelas XII itu bertujuan memberikan motivasi sekaligus membekali peserta dengan wawasan, strategi, dan kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta menghadapi dunia karier.
Amrul mengajak para siswa memahami bahwa memasuki perguruan tinggi bukan hanya soal lolos seleksi, melainkan juga tentang membangun karakter, kompetensi, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Ia membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa Fakultas Hukum USK, penerima Beasiswa Unggulan, serta prestasinya sebagai Juara 1 Lomba Debat Hukum Internal UKM KDFH USK, Juara 2 Lomba Debat Isu Kesehatan Tingkat Nasional Universitas Teuku Umar, dan Juara 3 Lomba Debat Kebijakan Publik Spektra UIN Ar-Raniry.
Strategi Lolos SNBP dan Kiat Meraih Beasiswa
Salah satu materi utama yang disampaikan Amrul adalah strategi lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi nilai akademik sejak kelas X, aktif mengikuti organisasi maupun perlombaan untuk membangun portofolio, serta menentukan program studi sesuai minat, kemampuan, dan peluang yang dimiliki. Menurutnya, keberhasilan lolos SNBP merupakan hasil dari proses panjang yang dipersiapkan sejak dini, bukan semata karena keberuntungan.
Pada sesi berikutnya, Amrul membagikan strategi memperoleh beasiswa, mulai dari menjaga prestasi akademik, membangun rekam jejak organisasi, mengikuti kompetisi, hingga menyusun esai dan menghadapi wawancara dengan baik. Ia menekankan bahwa beasiswa tidak hanya diberikan kepada mahasiswa bernilai tinggi, tetapi juga kepada mereka yang mampu menunjukkan kepemimpinan, kontribusi sosial, dan visi yang jelas mengenai masa depan.
Amrul juga mengulas perbedaan mendasar antara kehidupan sekolah dan dunia perkuliahan. Mahasiswa, kata dia, dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, bertanggung jawab terhadap proses belajar, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta aktif mencari peluang pengembangan diri melalui organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai kompetisi. Perubahan pola belajar tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dipersiapkan sejak masih duduk di bangku sekolah.
Ajak Siswa Bangun Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini
Tak kalah penting, Amrul mengajak para siswa mulai membangun jiwa kepemimpinan atau leadership sejak di bangku sekolah. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar memimpin sebuah organisasi, melainkan kemampuan berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta berani mengambil keputusan dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan.
Pengalaman berorganisasi dan mengikuti kompetisi, khususnya debat, menurutnya telah membentuk kemampuan berpikir sistematis, kepemimpinan, serta kepercayaan diri yang dibutuhkan di dunia kampus maupun dunia profesional.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh siswa dan siswi kelas XII MAN Inovasi Aceh Barat Daya aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kehidupan perkuliahan, peluang beasiswa, pengembangan diri, hingga strategi membangun prestasi sejak di bangku sekolah.
Di akhir sesi, Amrul Kiram menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat memotivasi para pelajar untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Saya ingin adik-adik memahami bahwa madrasah bukanlah batas, melainkan titik awal untuk menggapai mimpi yang lebih besar. Kesempatan untuk kuliah di perguruan tinggi terbaik, memperoleh beasiswa, hingga meraih berbagai prestasi terbuka bagi siapa saja yang mau belajar, berusaha, dan konsisten mengembangkan diri. Jangan pernah takut bermimpi besar, karena masa depan dibangun dari langkah-langkah kecil yang dimulai hari ini. Saya berharap suatu saat nanti, adik-adik dari MAN Inovasi Aceh Barat Daya dapat menjadi generasi yang kembali membawa perubahan bagi Aceh dan Indonesia,” ujar Amrul Kiram, Duta Kampus USK 2026.
Melalui program Road to Campus, diharapkan semakin banyak siswa MAN Inovasi Aceh Barat Daya memiliki kesiapan akademik, mental, dan kepemimpinan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, alumni, dan pihak sekolah mampu membuka wawasan serta menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.**
