Proses pemungutan suara di Israel selama pemilu 2023.
ACEHPUBLIKA.com — Pemungutan suara dalam pemilihan parlemen Israel dimulai pada Selasa, dengan lebih dari 7,3 juta pemilih yang memenuhi syarat memberikan suara untuk menentukan 120 anggota Knesset. Pemilu ini merupakan pemilihan umum pertama Israel sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Sebagaimana dilaporkan oleh Media Dakwah, tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 07.00 waktu setempat atau 05.00 GMT dan dijadwalkan ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat atau 20.00 GMT. Sebanyak 12.018 tempat pemungutan suara dan sekitar 18.000 kotak suara disiapkan di seluruh Israel. Sekitar 100.000 petugas pemilu juga dikerahkan untuk mengelola proses pemungutan suara.
Pemilu Pertama Sejak Perang Gaza
Sebanyak 37 partai dan daftar pemilihan ikut bersaing dalam pemilu tersebut. Sebuah partai atau koalisi membutuhkan sedikitnya 61 kursi di Knesset untuk membentuk pemerintahan. Di antara kekuatan politik utama yang bersaing adalah Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Selain itu, partai Yashar yang dipimpin mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eisenkot dan aliansi Together yang dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett juga menjadi peserta utama. Partai besar lainnya termasuk Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan, Yisrael Beiteinu yang dipimpin Avigdor Lieberman, serta Kekuatan Yahudi yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
Sejumlah partai yang mewakili warga Palestina di Israel juga ikut bertarung, termasuk Daftar Bersama yang dipimpin Yousef Jabareen dan Daftar Arab Bersatu atau Ra’am yang dipimpin Mansour Abbas. Pemilu kali ini berlangsung di tengah situasi politik dan keamanan yang masih dipengaruhi perang di Gaza.
Penghitungan Suara dan Hasil Pemilu
Setelah tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat, proses penghitungan suara akan dimulai. Stasiun televisi Israel diperkirakan mulai menayangkan hasil jajak pendapat atau exit poll pada malam yang sama. Hasil awal diperkirakan mulai terlihat sepanjang malam, sementara hasil resmi dijadwalkan diumumkan pada 4 November, menurut Komite Pemilihan Pusat Israel.
Warga Israel yang berada di luar negeri juga telah mendapatkan kesempatan untuk memberikan suara lebih awal. Sebanyak 4.218 warga Israel memberikan suara pada 15–16 Oktober melalui 101 tempat pemungutan suara yang tersebar di 99 misi diplomatik Israel di berbagai negara. Jumlah tersebut setara dengan 86,7 persen dari total 4.863 pemilih luar negeri yang memenuhi syarat untuk memberikan suara.
Pemilu Israel kali ini menjadi perhatian besar karena hasilnya berpotensi menentukan arah politik negara tersebut di tengah perang Gaza dan dinamika politik domestik.[]
Sumber: Media Dakwah
