20 Akuisisi Jumbo 2026, Manuver Strategis Konglomerat Besar
ACEHPUBLIKA.com — Sepanjang tahun 2026, sejumlah emiten dan perusahaan besar menggencarkan ekspansi melalui akuisisi. Tercatat ada 20 transaksi bernilai tinggi yang melibatkan sektor energi, pertambangan, kesehatan, telekomunikasi, dan manajemen investasi. Nama-nama besar seperti Prajogo Pangestu, kongsi Grup Salim-Bakrie, dan pengusaha Happy Hapsoro menjadi bagian penting dari aksi akuisisi ini.
Sebagaimana dilaporkan oleh KATADATA.CO.ID, akuisisi terbaru melibatkan FrieslandCampina dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ). Kerja sama ini akan mengubah struktur pengendalian ULTJ dan PT Frisian Flag Indonesia (FFI).
Jika transaksi ini disetujui, FrieslandCampina akan menjadi pengendali baru ULTJ, yang akan menerbitkan hingga sekitar 7,9 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham. Dana dari aksi korporasi ini digunakan untuk mengambil alih 100% saham FFI, dengan total nilai transaksi sekitar Rp 14,57 triliun.
Manuver Strategis Konglomerat Besar
Prajogo Pangestu melanjutkan ekspansi melalui sejumlah transaksi yang diumumkan sepanjang tahun ini. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melakukan akuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura dengan nilai transaksi sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp 17,82 triliun.
Selain itu, TPIA juga mengakuisisi bisnis Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dari Jardine Cycle & Carriage dengan nilai sekitar US$ 207 juta atau Rp 3,69 triliun.
Ekspansi Prajogo juga terlihat dari anak usahanya, yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Langkah ini menunjukkan agresivitas dalam strategi akuisisi untuk memperkuat posisi di pasar. Dengan banyaknya transaksi ini, konglomerat di Indonesia tampaknya berusaha memanfaatkan peluang pertumbuhan di berbagai sektor yang menjadi target akuisisi.
Dampak Akuisisi Terhadap Pasar
Aktivitas akuisisi besar-besaran ini tidak hanya mengubah struktur perusahaan-perusahaan tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan. Transaksi ini menandakan adanya kepercayaan diri dari para pengusaha besar dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Bagi konsumen dan investor, perkembangan ini bisa menjadi indikator dari potensi pertumbuhan sektor-sektor terkait di masa depan.
