Pelemahan Rupiah Dorong Orang Kaya Indonesia Nabung Dolar AS
ACEHPUBLIKA.com — Pelemahan rupiah membuat banyak orang kaya di Indonesia beralih menabung harta mereka dalam dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini terlihat dari data yang menunjukkan lonjakan jumlah rekening simpanan dolar dalam setahun terakhir.
Sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia, jumlah rekening simpanan dolar mencapai 8.918.054 per Mei 2026, meningkat 58,2% secara tahunan.
Angka ini merupakan 1,3% dari total rekening simpanan masyarakat Indonesia, yang mencapai 673.138.861 rekening. Pertumbuhan rekening dolar jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rekening simpanan rupiah, yang hanya naik 8,4% pada periode yang sama.
Pertumbuhan Rekening Dolar dan Faktor Penyebabnya
Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah rekening dolar terutama berasal dari pertumbuhan rekening dengan nominal simpanan lebih dari Rp5 miliar.
“Yang jumlah yang di atas Rp5 miliar yang naik. Ya itu naik kelas, cuma jumlahnya memang naik,” katanya saat ditemui di acara Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat PERBANAS.
Dia juga menambahkan bahwa peningkatan jumlah rekening dolar tersebut tidak disebabkan oleh implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang baru.
Kebijakan tersebut, yang tertera dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026, mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026. Anggito mengungkapkan bahwa dana dari DHE baru akan mulai masuk pada bulan September setelah kebijakan itu diberlakukan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi, turut menyatakan bahwa pertumbuhan pesat rekening dolar terjadi seiring dengan penerapan ketentuan DHE yang baru.
“Ya memang ada [peningkatan] kan. Karena ada DHE, DHE yang masuk di Bank Himbara cukup tinggi,” jelas Hery, yang juga merupakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dampak Kebijakan Terhadap Pasar dan Masyarakat
Dengan meningkatnya rekening dolar, dapat dipastikan bahwa penempatan dolar dari para eksportir di rekening bank-bank milik negara (BUMN) juga mengalami peningkatan. Hery menambahkan bahwa hal ini akan berpengaruh positif terhadap keuangan negara.
Pertumbuhan jumlah rekening dolar ini mencerminkan keinginan masyarakat, khususnya orang-orang kaya, untuk melindungi nilai aset mereka di tengah ketidakpastian perekonomian.
Sebagai langkah menghadapi pelemahan rupiah, diversifikasi aset menjadi pilihan yang semakin diminati oleh kalangan elit finansial di Indonesia.
Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan pergeseran dalam pola simpanan masyarakat Indonesia, di mana dolar AS menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan dengan mata uang lokal. Ini bisa menjadi tanda bahwa orang kaya mulai lebih berhati-hati dalam mengelola aset mereka dan mencari cara untuk meminimalisir risiko nilai tukar.
