Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Dihimbau Berhati-hati
ACEHPUBLIKA.com — Kualitas udara di Pekanbaru mengalami penurunan kualitas yang signifikan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyatakan bahwa kondisi ini terjadi setelah sebelumnya kualitas udara sempat membaik karena hujan.
Markarius menjelaskan, kabut asap berasal dari provinsi dan kabupaten tetangga yang masih mengalami kebakaran lahan. Asap yang menyelimuti Pekanbaru sering muncul dan hilang, tergantung arah angin.
Ia juga menyampaikan imbauan kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah untuk meminimalisir dampak negatif dari kabut asap. Warga yang berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan masker demi menjaga kesehatan.
Menurut Markarius, penggunaan masker menjadi penting karena kabut asap berdampak pada kesehatan masyarakat. Ia merujuk pada laporan dari 21 puskesmas yang menunjukkan peningkatan jumlah penderita ISPA akibat terpapar kabut asap.
Sebelumnya, jumlah penderita ISPA tercatat sekitar 170 orang per hari, namun kini meningkat menjadi 400 orang per hari. Ini menunjukkan bahwa kabut asap sangat mempengaruhi kesehatan warga Pekanbaru.
Markarius menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan di tengah kondisi yang memburuk ini. Ia berharap situasi ini segera membaik dan dampak kabut asap dapat segera teratasi.
