Konflik Internal Memanas, Abu Razali Minta Mualem Selamatkan PA Nagan Raya
ACEHPUBLIKA.com | NAGAN RAYA — Sesepuh sekaligus Ketua Majelis Tuha Peuet (MTP) Partai Aceh Wilayah Nagan Raya, TGK. Razali Misra atau yang akrab disapa Abu Razali, menyampaikan kekecewaan mendalam atas dinamika penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Aceh di tingkat kabupaten.
Ia memperingatkan, jika aspirasi eks kombatan dan basis massa terus diabaikan, masa depan Partai Aceh di Nagan Raya terancam bubar.
Abu Razali menegaskan bahwa eksistensi Partai Aceh sangat bergantung pada dukungan massa fanatik keluarga eks perjuangan dan Aneuk Syuhada.
“Partai Aceh sebagai bentukan eks GAM bertahan karena disokong oleh massa fanatik keluarga eks perjuangan dan Aneuk Syuhada. Jika partai abai terhadap aspirasi hasil keputusan forum di bawah, maka tidak tertutup kemungkinan Partai Aceh di Nagan Raya kehilangan kursi di DPRK dan bisa bubar tanpa sokongan eks GAM,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Sebagai orang tua partai, Abu Razali mendesak Ketua Umum DPP Partai Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), untuk meninjau kembali kebijakan penunjukan ketua wilayah.
Ia meminta agar keputusan DPP lebih akomodatif terhadap suara kader arus bawah yang selama ini menjadi tulang punggung partai.
“Jangan keliru dalam mengambil keputusan yang membuat Partai Aceh hancur di Nagan Raya. Kebijakan DPP tidak boleh terus menunjuk orang yang terbukti pernah gagal memimpin partai di wilayah ini. Jika keliru, bakal menimbulkan perlawanan kader dari arus bawah dan ini sama saja menghancurkan partai,” tegasnya.
Abu Razali secara spesifik meminta Mualem menunjuk sosok yang akomodatif dan sejalan dengan aspirasi arus bawah serta mendapatkan dukungan dari Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Aneuk Syuhada.
Ia mengingatkan, jika konflik internal terus dibiarkan tanpa penanganan serius, Partai Aceh Nagan Raya dipastikan akan punah dan hancur berkeping-keping menjelang Pemilu 2029.
Lebih lanjut, Abu Razali menyarankan agar DPP tidak memaksakan kepentingan politik di daerah yang berpotensi menciptakan konflik berkepanjangan.

Ia bahkan mengingatkan bahwa gesekan yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu kontak fisik sesama anak bangsa.
Sesepuh dan Ketua Majelis Tuha Peuet (MTP) Partai Aceh Wilayah Nagan Raya, TGK. Razali Misra (Abu Razali) Foto: Dok. untuk SeputarAceh.id
Surat Sikap KPA dan Tuntutan Akar Rumput
Desakan Abu Razali tidak berdiri sendiri. Seluruh jajaran KPA Wilayah Nagan Raya telah mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap Nomor: 01/KPA-NR/2026 yang ditandatangani secara kompak.
Dokumen tersebut secara resmi menolak pencalonan Samsuar atau Wan Malaya sebagai Ketua DPW Partai Aceh Nagan Raya.
Dalam surat yang ditujukan langsung kepada Mualem, KPA Nagan Raya merinci tiga alasan fundamental penolakan mereka.
Pertama, menjaga solidaritas dan kekompakan elemen eks kombatan GAM serta Aneuk Syuhada.
Kedua, keberlangsungan perjuangan karena sosok yang ditolak dinilai kurang mampu merangkul dan menyatukan pilar utama partai.
Ketiga, stabilitas organisasi karena pemaksaan pencalonan dikhawatirkan merenggangkan hubungan internal dan melemahkan loyalitas kader tingkat bawah.
Surat pernyataan sikap ini didukung penuh oleh para petinggi KPA, antara lain Maswardi (Pangda I), Said Acem/Abuti (Pangda II), Sudirman TB (Pangda III), Ismail (Pangda IV), serta puluhan Panglima Sagoe seperti TGK. Zulkifli, Ramli (Tu Proyek), Ambia, Ahmad Yani, Bustami Yatim, Amren, Mahyuddin, Khairul, Marzuki, hingga Zulkarnaini (Reubong).
Abu Razali menutup pernyataannya dengan harapan agar Mualem dapat mempertimbangkan seluruh aspirasi ini dengan bijaksana.
Baginya, keputusan yang tepat akan menyelamatkan marwah perjuangan dan memastikan keberlangsungan Partai Aceh di Bumi Rameune tetap terjaga.**
