Kondisi bangunan roboh akibat angin kencang di Lhokseumawe.
ACEHPUBLIKA.com — Hujan yang disertai petir dan angin kencang pada Minggu (25/10/2026) malam meninggalkan duka mendalam bagi warga yang berdagang di Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Hujan pada pukul 19.30-21.00 WIB mengakibatkan puluhan lokasi usaha kecil (kios) yang berada di sisian jalan roboh dan porak-poranda dihantam bayu.
Badai, hujan, dan petir pada malam itu terasa sangat parah. Gemuruh dan kilatan kilat saling bersahutan. Pohon Trambesi yang berada di sisian tepi Waduk Pusong tidak kuat menahan terpaan angin. Akibatnya, pohon tumbang ke jalan dan bangunan ambruk.
Dampak Kerusakan Akibat Badai
Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 28 pohon tumbang di Waduk Pusong, satu pohon di depan KUA Gampong Keude Aceh, dan satu pohon di depan Pos RAPI Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti. Sejumlah pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah dan kendaraan serta mengganggu akses jalan. Sementara itu, angin kencang menyebabkan kerusakan pada 27 kios di Waduk Pusong dan satu unit rumah di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua.
Peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur lokal terhadap kondisi cuaca ekstrem. Upaya penanganan darurat dari pemerintah daerah diharapkan segera dilakukan untuk membantu para korban dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Tindakan Lanjutan Diperlukan
Dalam situasi seperti ini, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam penanggulangan dampak bencana. Penilaian kerusakan dan pemulihan infrastruktur yang cepat akan sangat penting untuk memastikan bahwa kehidupan masyarakat dapat kembali normal segera.
