Sumber: Anadolu Agency
ACEHPUBLIKA.com — Tiga warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara Israel di kampus Universitas Islam di Kota Gaza. Serangan tersebut terjadi pada Ahad, 25 Oktober 2023, setelah sebelumnya lima mahasiswa juga mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.
Sebagaimana dilaporkan oleh SUARAISLAM.ID, setidaknya enam warga Palestina tewas dan sepuluh lainnya terluka, termasuk lima mahasiswa, dalam serangan di seluruh Jalur Gaza. Serangan ini dianggap sebagai pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata yang berlaku. Pihak universitas menghentikan semua kegiatan administratif dan akademik pasca serangan yang memicu kepanikan di kalangan mahasiswa.
Serangan dan Dampaknya di Gaza
Insiden ini melibatkan serangan drone yang menargetkan kerumunan mahasiswa. Menurut pihak universitas, beberapa mahasiswa mengalami luka kritis akibat serangan tersebut. Selain itu, serangan Israel juga terjadi di lokasi lain di Gaza, termasuk serangan terhadap warga sipil di Al-Rashid dan tembakan dari pasukan Israel di Al-Faluja.
Dari laporan medis, dua warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan di Al-Mawasi, dekat Khan Younis. Artileri Israel juga menyerang daerah-daerah di timur dan selatan kota tersebut, menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak bulan Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas akibat perang ini, dengan lebih dari 175.000 orang terluka.
Dampak Jangka Panjang pada Pendidikan dan Masyarakat
Akibat serangan ini, aktivitas akademik di kampus Universitas Islam Gaza terpaksa dihentikan, mengganggu pendidikan mahasiswa. Ini menambah beban bagi warga Palestina yang sudah menghadapi kesulitan akibat konflik yang berkepanjangan. Dengan hampir 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kerusakan, tantangan bagi pendidikan dan pelayanan masyarakat semakin kompleks.**
