Daerah

Karhutla Aceh Barat Rambah 5 Kecamatan, Ini Rinciannya

ACEH PUBLIKA | MEULABOH – Karhutla Aceh Barat meluas hingga mencapai sekitar 17 hektare setelah dua pekan berlangsung, merambah ke lima kecamatan di kabupaten tersebut, Sabtu (2/7/2026).

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menyebutkan bahwa penambahan luasan titik kebakaran yang teridentifikasi terjadi akibat menjalarnya bara api di bawah tanah, khususnya di kawasan Putro Ijo, Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan.

Dari total 17 hektare yang terbakar, Ronald menyebut hanya satu wilayah yang telah padam total, yaitu di Kecamatan Meureubo, Desa Gunong Kleng, seluas 0,5 hektare. Sementara di beberapa titik lain, pihaknya masih berupaya melakukan pemadaman.

Sebaran Titik Kebakaran Masih Mendominasi Lahan Gambut

Titik-titik tersebut berada di Kecamatan Samatiga, yakni Desa Cot Seumeureng seluas 4 hektare dan Desa Paya Lumpat 3,5 hektare; Kecamatan Johan Pahlawan di Desa Lapang 1 hektare dan Desa Leuhan 4 hektare; Kecamatan Woyla Barat di Desa Blang Luah 2 hektare; serta Kecamatan Bubon di Desa Peulante seluas 2 hektare.

Upaya pemadaman melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga telah dilakukan, namun api kembali membara dalam dua hari terakhir akibat cuaca panas dan angin kencang.

kondisi terkini kathutla di Aceh Barat
kondisi terkini kathutla di Aceh Barat

“Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melakukan proses pemantauan menggunakan drone termal untuk tindak lanjut proses pemadaman dengan water bombing,” kata Ronald, Sabtu (1/7/2026) malam.

Cuaca Panas dan Bara Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Pemadaman

Berdasarkan hasil visual pemantauan di beberapa titik hotspot di bawah permukaan tanah di wilayah Cot Seumeureng-Lapang menggunakan drone thermal BNPB, kondisi bara api masih sangat membara dengan suhu mencapai 160 derajat Celsius.

“Menimbang hal tersebut, menurut informasi yang kami dapat BNPB Insyaallah akan membantu lebih lanjut operasi penanganan karhutla di Aceh Barat dengan menggunakan helikopter water bombing mulai besok,” sambungnya.

Menurutnya, jika area tersebut tidak terinjeksi air yang cukup secara total, api akan berpotensi menyebar lebih luas.

“Dari awal kami fokus mencegat penjalaran di area pinggir kawasan terdampak, hampir enam hari lebih tidak ada tambahan luasan, namun wilayah yang sudah terbakar di bagian tengah ini yang akhirnya membara dan memicu kembali penjalaran,” pungkas Ronald. (Red)